Kamis, 14 Februari 2013

Bagaimanakah Kita Memposisikan Agama Selama Ini?

   Dalam kehidupan sehari-hari kita sering meninggalkan kewajiban agama karena alasan kesibukan, kemalasan, dan lain sebagainya. Padahal idealnya agama harus menjadi bagian dari kehidupan kita di dalam berbagai aspek, profesi, dan waktu yang kita jalani, baik dalam keadaan sibuk maupun luang. Justru pada saat sibuk itulah Allah menguji keimanan dan ketaatan kita. Sebagian manusia ada yang menganggap dirinya sudah tidak membutuhkan agama lagi karena agama dipandang akan membuat dirinya semakin terikat dan terbelenggu dengan norma-norma yang yang telah digariskan.

   Sebagai contoh, seorang artis merasa tidak nyaman dalam mengekspresikan tubuh dan pakaiannya yang serba terbuka kalau yang dipakai ukuran norma adalah agama, bahkan ia mungkin akan merasa jengkel kepada agama karena dianggap membelenggu dirinya. Seorang penguasa atau pejabat juga merasa tidak nyaman dengan kebijakan yang dibuat kalau yang dipakai ukuran norma adalah agama karena agama pasti melarangnya, misalnya kebijakan tentang korupsi, lokalisasi prostitusi, perjudian, dan lain sebagainya, sekalipun di sisi lain ada argumentasi supaya tidak merajalela dimana-mana maka perlu dilokalisasi di tempat tertentu, akan hal ini juga tidak menyelesaikan masalah.

   Hal yang demikian merupakan gambaran ketidakkonsistenan manusia dalam memposisikan agama.

Rabu, 13 Februari 2013

Hidup Hanyalah Sekali Hiduplah yang Berarti

Tujuan hidup manusia sesungguhnya sama
Yaitu beribadah Kepada Allah SWT

Tapi ...
Kenapa kita berbeda-beda??

Semua itu terjadi karena kesalahan berfikir manusia ...
Semua itu terjadi karena kesalahan tujuan hidup manusia ...

   Dalam menjalani hidup, manusia memerlukan agama sebagai pedoman dalam membimbing agama sebagai pedoman dalam membimbing dan mengarahkan kehidupannya agar selalu berada di jalan yang benar. Agama tidak sekedar dijadikan sebagai identitas belaka, melainkan benar-benar difungsikan dalam kehidupan manusia agar kehidupan manusia terbimbing dan terarah.
  Agama diturunkan oleh Allah SWT sesungguhnya untuk kebaikan umat manusia, kebaikan yang dimaksudkan adalah dengan beragama manusia akan berada di jalan yang benar karena agama memberikan rambu-rambu yang jelas bagi manusia dalam menjalin hubungan dengan Allah SWT, sesama manusia, dan alam.

Selasa, 12 Februari 2013

Setan Penghalang Jodoh

Bismillahir-Rah maanir-Rahim ... Umar Bin Khattab Rhadyallahu 'Anhu pernah mengatakan bahwa anak keturunan iblis itu ada 9, yaitu Zallaitun, Watsin, Laqus, A'war, Haffaf, Murroh, Masuth, Dasim dan Walhan.
Nah dia antara sekian banyak setan, ada setan yang tugasnya menghalang halangi kita untuk segera menikah. Bila pun sampai menikah, pernikahan itu dijamin akan cerai - berai karena saat berjodoh dalam kondisi sama-sama rendah.

Siapa nama setan itu ?? A'WAR !! A'war menggoda manusia dengan meniup lubang kubul laki-laki dan lubang dubur wanita agar maju terus untuk berzina.

Iblis sangat membenci pernikahaan. Karena itu, ia menugaskan A'war menghalang-hala ngi siapapun yang sudah saling suka dan berkomitmen untuk segera nikah agar tidak jadi menikah !!

Caranya dengan menggoda agar mereka terjerumus ke dalam lubang perzinaan atau "kumpul kebo" sehingga tidak lagi berfikir untuk cepat nikah.

Ketika sudah terperosok, A'war pun menari dan tertawa. Akhirnya, sebagian lagi sudah malas menikah karena sudah merasakan nikmatnya hubungan intim. Sebagian lagi terpaksa menikah karena kecolongan hamil duluan. Jika tidak, alasannya karena kegadisannya sudah terenggut. Jadi, mereka manikah karena terpaksa.

A'war memang canggih. Ia paham betul, bila seseorang telah terperossok ke dalam lembah perzinaan, sangat sulit untuk keluar dari situ. Di samping mengasyikkan, zina membuat orang ketagihan !!

Jarang ditemukan orang yang terlanjur berzina sekali langsung bertobat. Umumnya, apabila tidak ketahuan, mereka dibuat semakin penasaran. Bak meminum air laut, semakin diminum, semakin haus.

Tidak heran bila ALLAH sudah mengingatkan kita agar jangan "mendekati zina". Mendekatinya saja tidak boleh apalagi melakukannya.

ALLAH Berfirman dalam surat Al-Israa' ayat 32 :

"Dan janganlah kalian sekali-kali mendekati zina. Sungguh zina itu adalah perbuatan keji dan seburuk-buruk jalan."

"Zina itu memang bisa menutup pintu jodoh. Salah satu akibat zina adalah menghilangkan cahaya dari wajah. Cahaya di wajah berarti aura baik atau karisma.

Bila cahaya wajah seseorang telah hilang, ia jadi tidak menarik lagi. Orang-orang akan menjauh, bahkan ngeri ketika mendekat karena terlihat pucat ... Cantik tapi terlihat pucat pasi. Na'uudzu billaah...

Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda :

"Jauhilah olehmu zina karena akan mengundang empat azab ; menghilangkan cahaya di wajah, membuat hidup miskin, memendekkan umur dan akan menggundang kemurkaan ALLAH" (HR Tabrani)

Agar A'war tidak menari dan tertawa lagi, yang barangkali pernah berzina, baik zina besar seperti berhubungan intim maupun zina kecil seperti berpegangan, berpelukkan, berciuman, segera bertobat sebelum terlambat. Bila tidak, siap-siap saja tidak laku-laku. Andaipun laku, pembelinya tak lain adalah orang yang hidungnya belang-belang alias si hidung belang !!

Wallahu a'lam bishshawab, ..
Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah ....

Wabillahi Taufik Wal Hidayah . .
Dikutip dari : https://www.facebook.com/IslamicMotivationIndonesia?ref=stream

Sahabat ...

Sahabat itu seperti bintang  ...
Tak selalu nampak tapi selalu ada di hati
Sahabat akan selalu menghampiri ketika seluruh dunia menjauh

Saat tangan terluka, mata akan menangis
Saat mata menangis, tangan akan menghapusnya
Seperti itulah persahabatan

Ketika tiba saat perpisahan, janganlah berduka
Karena ...
Apa yang sahabat kasihi mungkin akan nampak lebih cemerlang dari kejauhan
Seperti gunung yang tampak lebih agung ketika dilihat dari kejauhan

Jangan ada tujuan lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya jiwa
Karena cinta kasih yang masih mengandung pamrih bagaikan jaring yang ditebarkan ke udara
yang hanya akan menangkap kekosongan semata

Senin, 11 Februari 2013

Alasan Mengapa Manusia Perlu Beragama

   Pada dasarnya manusia memiliki keterbatasan pengetahuan dalam banyak hal, baik mengenai sesuatu yang tampak maupun yang gaib, dan juga keterbatasan dalam memprediksi apa yang akan terjadi pada diri nya dan orang lain, dan sebagainya. Oleh karena keterbatasan itulah maka manusia perlu memerlukan agama untuk membantu dan memberikan pencerahan spiritual kepada diri nya.

  Manusia membutuhkan agama tidak sekedar untuk kebaikan diri nya di hadapan Tuhan saja, melainkan juga untuk membantu dirinya dalam menghadapi bermacam-macam problema yang kadang-kadang tidak dapat dipahami nya. Di sinilah manusia diisyaratkan oleh diri dan alam nya bahwa Zat yang lebih unggul dari diri nya, Yang Maha Segala-galanya, seperti yang dijelaskan oleh para antropolog bahwa agama merupakan respons terhadap kebutuhan untuk mengatasi kegagalan yang timbul akibat ketidakmampuan manusia untuk memahami kejadian-kejadian atau peristiwwa-peristiwa yang rupa-rupa nya tidak dapat diketahui dengan tepat (Sulaiman dan Albuny, 1984 : 8).

   Selain daripada itu agama juga memberi isyarat kepada manusia dan alam bahwa ada Zat yang lebih unggul, Zat Yang Maha Segala-galanya, yang disitu manusia perlu bersandar kepad Dia melalui medium agama. Dengan kata lain perlu bersandar dan berpasrah (tawakal) kepada Dia melalui agama karena agama menjadi tempat bagi kita untuk mengadu dan berkomunikasi dengan Tuhan. Kepasrahan kita kepada Tuhan didasarkan pada suatu ajaran bahwa manusia hanya bisa berusaha, Tuhan yang menentukan.

Hidup Menggapai Nikmat Allah SWT

Kehidupan itu bukanlah sehari saja
Namun masih banyak hari-hari di depan yang masih menunggu kita
Kebaikan dan keburukan di hari ini adalah awal kehidupan kita di hari depan
Hadapi hari esok dengan tetap semangat di hari ini
Bukan orang lain yang menentukan hari esok kita
Hadapi kehidupan kita dengan penuh semangat dan usaha yang positif
Juga diiringi doa yang selalu  tersambung ...
Harus selalu optimis dengan apa yang kita kerjakan agar mendapatkan hasil yang memuaskan diri kita dan lingkungan sekitar

Kita hargai waktu yang masih tersisa dalam hidup kita
Untuk memahami makna satu tahu, tanyalah pada seorang siswa yang tidak naik kelas
Untuk memahami makna satu bulan, tanyalah pada seorang ibu yang melahirkan bayi prematur
Untuk memahami makna satu minggu, tanyalah pada seorang buruh yang gajinya mingguan
Untuk memahami makna satu hari, tanyalah pada seorang pekerja serabutan dengan upah harian
Untuk memahami makna satu jam, tanyalah seseorang yang menunggu temannya
Untuk memahami makna satu menit, tanyalah pada seseorang yang ketinggalan kereta
Untuk memahami makna satu detik, tanyalah pada seseorang yang selamat dari kecelakaan
Untuk memahami makna satu mili detik, tanyalah pada seorang pelari yang meraih medali perak olimpiade
yang paling berharga di dunia ini namun banyak orang yang menyepelekannya adalah waktu, tidak seorangpun bisa membeli waktu yang telah terpakai...

Mari kita hargai waktu yang tersisa dalam hidup ini, kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya, agar supaya hidup kita lebih bermanfaat
Dan kita harus selalu bersyukur dengan apa yang telah kita miliki, karena dengan demikian kita dapat lebih dekat dengan Allah SWT.
Jangan pernah mengeluh dengan keadaan kita, karena sesungguhnya masih banyak orang yang kondisinya berada dibawah kita, dan sudah selayaknya kita justru membantu mereka semua ...
Dan janganlah kekayaan, pangkat jabatan, dan hidup dalam kemewahan membuat kita menyombongkan diri sehingga lupa dengan kewajiban kita sebagai umat manusia untuk beribadah, menolong sesama, dan bersedekah ...
Sungguh betapa ruginya kita bila tidak dapat memanfaatkan semua itu dengan baik, karena harta kekayaan dan jabatan itu hanyalah sementara ...
Semua yang kita miliki di dunia merupakan titipan Allah SWT.

Minggu, 10 Februari 2013

Indahnya Saling mengingatkan ...

    Jangan pernah kita merasa benar dihadapan makhluk Allah SWT, karena yang Maha Benar adalah Allah SWT, dan apabila kita mendapatkan nasehat yang bersumber dari Al-Quran dan  Hadist maka ambillah itu, dan bukalah hati kita, akal pikiran kita tak mampu menjangkau apa yang sudah menjadi takdir dan kekuasaan Allah SWT.

   "Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada mengalir sungai-sungai daripada nya dan diantara nya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air daripada nya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan." (QS. Al Baqarah : 74)

   Rosullulah SAW bersabda : "Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah tetapi masing-masing memiliki kebaikan. Bersemangatlah meraih apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah dan janganlah lemah. Jika sesuatu menimpamu jangan katakan : 'Andaikan aku lakukan ini niscaya akan begini dan begini' tetapi katakan : 'Semua ini takdir Allah, Dia mengerjakan apa yang Dia kehendaki' karena 'andaikan' membuka pintu lagi bagi amalan setan. "(HR. Muslim : 2664)