Sabtu, 02 Maret 2013


Las Berdasarkan Panas dan Kombinasi Busur Nyala Listrik dan Gas Kekal (Inert)
1.GMAW (Gas Metal Arc Welding) = Las logarn gas mulia/penge­lasan dengan busur nyala listrik dan gas sering disebut juga las MIG/MAG (Metal Active Gas). Pada las ini, kawat las pengisi/penambah berfungsi sebagai electroda dan di­umpankan secara terus-menerus. Busur nyala listrik terjadi diantara kawat pengisi dan logam induk. Lihat Gambar 2.8. Untuk menghindari pengaruh oksidasi digunakan gas sebagai pelindung, yaitu gas Argon, Helium atau campuran dari keduanya. Karena harga gas Argon cukup mahal maka diupaya­kan gas lain, misalnya campuran Argon dan 02 antara 2 sampai 5% atau CO2 antara 5 sampai 20%. Karena mahalnya harga gas pelindung, maka cara pengelasan ini hanya dipa­kai untuk keperluan khusus. Dan pada pengelasan ini, hasil lasan tidak meninggalkan terak sehingga memudahkan kontrol terhadap kawah lasan dan mengurangi waktu maupun tenaga untuk menghilangkan terak.
2.GTAW (Gas Tungsten Arc Welding) atau lazim disebut Tungsten Inert Gas (TIG) Welding: yaitu pengelasan dengan memakai busur nyala yang dihasilkan oleh elektroda tetap atau tidak terumpan terbuat dari tungsten dengan gas inti sebagai pelindung oksidasi. Lihat Gambar 2.9. Tungsten tidak mencair oleh panasnya busur nyala listrik sehingga tidak terumpan ke dalam lasan. Sedang sebagai bahan penambah digunakan bahan yang sama atau sejenis dengan bahan yang dilas dan terpisah dari pistol/moncong las (welding gun). Gas inti disemburkan ke daerah lasan melalui welding gun sehingga lasan terbebas dan oksidasi. Jenis gas yang sering dipakai adalah gas Argon. Jenis las ini baik untuk penyambungan bahan metal dan bahan campuran yang tipis. Tetapi karena masukan panas (heat input) yang  menentukan daya cair metal relatif kecil, maka jenis pengelasan ini tidak dapat dipakai untuk pelat-pelat yang tebal. Jenis las ini sangat baik untuk pengelasan pertama atau root bead. Hanya jika operasinya salah, di dalam bahan akan kemasukan tungsten (heavy metal).

3.PAW (Plasma Arc Welding) = Las Listrik dengan Plasma adalah sejenis GTAW karena pada dasarnya las ini merupakan penyempurnaan dari las TIG, hanya bahan pelindungnya yang berbeda, yakni campuran antara Argon, Nitrogen (zat lemas) dan Hidrogen (zat air) yang lazim disebut plasma. Plasma adalah gas dengan derajat pengantar arus dan kapasitas termis yang tinggi, sehingga dapat menampung tem­peratur pengelasan jauh di atas 50000C. Plasma pada hake­katnya terdiri dari molekul-molekul, elektron-elektron, dan berbagai ion sebagai hasil pemecahan atom atau molekul. Elektron yang sangat gesit itu dipercepat dengan kenaikan tegangan di dalam berkas nyala plasma, sehingga memberikan sebagian tenaganya sewaktu terjadi tumburan dengan atom-atom gas, sehingga temperatur gas dapat naik hingga mencapai antara 10.000 sampai 20.0000C. Jenis las ini biasanya dipakai untuk pengisian kampuh-kampuh yang besar untuk menyambung benda kerja yang tebal. Jika diper­lukan kecepatan dan bukan kwalitas, maka las plasma lebih ekonomis untuk pelat karbon/mild steel dengan ketebalan 2 inci ke bawah. Plasma untuk gas pelindung ternyata juga sangat baik untuk pemotongan pelat stainless steel, karena hasil pemotonganya terhindar dari pengaruh oksidasi se­hingga disamping tampak bagus dan halus juga tidak menga­lami perubahan struktur material yang berarti. (Sriwidharto, 1987:16).
Las Plasma juga menggunakan elektroda tidak terumpan dari tungsten. Hanya saja, busur nyala listrik tidak muncul diantara elektroda dengan benda kerja tetapi muncul dian­tara ujung elektroda dengan gas inti (plasma) yang mengalir di sekitarnya. Las plasma lebih baik dari las tungsten karena busur nyala listrik yang muncul lebih stabil dengan diameter lebih kecil sehingga panasnya lebih terpusat dan proses pengelasan menjadi lebih cepat.

4.EGW (Electro Gas Welding) adalah jenis las MIG yang otoma­tis dan hanya dipakai untuk posisi pengelasan vertikal saja. 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar