Rabu, 06 Maret 2013

Persiapan Pengelasan

Dalam melakukan pengelasan, hal yang penting harus dilak­ukan sebelumnya adalah persiapan-persiapan untuk mendukung kelancaran dan keselamatan dalam pelaksanaan pengelasan tersebut. Mutu dan basil pengelasan disamping tergantung dari pengerjaan lasnya juga sangat tergantung dari persiapan sebelum pelaksanaan pengelasan. Kelancaran dan efektivitas hasil pengelasan juga ditentukan oleh persiapan pelaksanaan pengelasan, karena dari persiapan yang matang, tersedianya peralatan/penlengkapan dan mudahnya menjangkau penlengkapan disekitar tempat kerja las akan mempenlancar produktivitas hasil kerja las yang lebih besar. Karena itu persiapan pengelasan harus terdapat perhatiaan dan pengawasan yang mama dengan pelaksanaan pengejasan las itu sendiri. Persiapan­persiapan tersebut antara lain terdiri dari :
1.  Persiapan Teoritis
2.  Persiapan Praktis


1. Persiapan Teoritis
Untuk menghasilkan sambungan las yang sempurna/baik, maka sebagai pelaksana pengelasan secara teoritis harus sudah mengetahui atau memahami hal-hal sebagai benikut:
a.  Pengertian dasar pengelasan listrik yang baik. Misalnya: Mengetahui berbagai jenis kampuh las dan segala ukurannya, mengetahui cara pengaturan arus pada setiap alur las dan segala akibatnya, dapat memilih elektroda sesusi dengan maksud dan tujuan dari pengelasan.
b. Pengertian tentang segi-segi keselamatan kerja sehubungan dengan pelaksanaan pengelasan. Misalnya: segi-segi yang menyangkut keselamatan manusia dan langkah-langkah pence­gahan kecelakaan dan hal-hal lain yang perlu untuk menjamin cara pengelasan yang memenuhi syarat-syarat kesehatan. Segi-segi keselamatan yang menyangkut manusia disini adalah termasuk resiko pelaksanaan pengelasan yang membahayakan masyarakat umum.
c.   Pengertian secukupnya cara membaca gambar konstruksi, membuat sketsa, mengukur konstruksi dan sebagainya.
d.   Pengertian sedikit tentang ilmu bahan. Misalnya: penyam­bungan yang benar antara dua bahan yang berbeda, mengeta­hui jenis-jenis elektroda sesusi dengan penggunaannya, pergerakan bahan akibat panas (up-setting) dan penghapusan tegangan sisa (residual stress).

2.   Persiapan Praktis
Persiapan praktis yang dimaksud adalah persiapan-persi­apan yang harus dilakukan sebelum pelaksanaan/praktek las dilakukan. Persiapan praktis ini antara lain adalah persiapan peralatan, yang meliputi alat-alat baku (utama), alat-alat keselamatan dan alat-alat bantu (tidak pokok).
a.   Alat-alat baku, misalnya: Mesin las (transformer dan generator), tangkai/pemegang elektroda, penjepit benda kerja,  kabel las dan elektroda las.
b.  Alat-alat keselamatan/perlengkapan kerja personal, misalnya: topeng las dengan kaca hitam nomor 9, sarung tangan las, pelindung dada/apron dari kulit, ketel pak dengan leher yang dapat ditutup, tempat elektroda, martil biasa, martil terak, sikat baja, kapur las, waterpas, sikat baja, tang las.
c.   Alat-alat keselamatan umum, seperti blower (untuk menghisap asap las), alat pemadam kebakaran, tabir air (water screen), lampu sorot, alat pelindung nyala dan lain-lain.
d.   Alat-alat bantu lainnyn, seperti gerinda listrik dan sumber listriknya, botol angin, botol acetylene, dongkrak pipa, tang pengukur arus, pengatur arus dan lain-lainnya.

Semua peralatan yang dipersiapkan tersebut di atas harus diperiksa terlebih dahulu dengan teliti dan hati-hati, sehingga kita sudah merasa yakin bahwa semua peralatan dalam kondisi sebaik-baiknya dan siap untuk digunakan. Seperti pemeriksaan kabel-kabel las listrik dan sambungan-sambungan kabel las. Kabel las tidak boleh bocor, karena kabel yang bocor bila menempel pada logam dapat menimbulkan loncatan busur listrik. Loncatan busur listrik ditempat yang tidak bergeser akan mencairkan metal ditempat loncatan busur listrik tersebut berada dan lama-kelamaan dapat menembus metal tersebut. Begitu ,juga sambungan-sambungan kabel las harus dalam kondisi sebaik-baiknya sehingga tidak menimbulkan kebocoran busur listrik yang membahayakan.
Persiapan selanjutnya berupa pembersihan tempat kerja, pengaturan peralatan-peralatan sedemikian rupa sehingga memudahkan pelaksanaan pengelasan. Tidak kalah pentingnya adalah pemeriksaan daerah tempat bekerja. Apakah daerah tempat bekeria benar-benar sudah aman dari berbagai kemnngkinan terjadinya kecelakaan akibat pelak­sanaan pengelasan seperti bahaya kebakaran misalnya, harus benar-benar diperhatikan juga oleh pihak pengawas maupun pelaksana pengelasan.

Setelah semua persiapan tersebut di atas siap untuk dilaksanakan, maka kampuh las dibersihkan dari berbagai jenis kotoran, seperti karat, cat, air, garam dan lain-lain, sebab kampuh yang kotor menyebabkan pengelasan tidak sempurna, bahan. yang dilas tidak dapat menyatu dengan baik.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar